cookieChoices = {}; nyarinama: Mencoba menjadi Guru cookieChoices = {};

Mencoba menjadi Guru


Sebagai mahasiswa di Kampus Pendidikan, maka salahsatu kewajiban saya adalah melaksanakan praktek mengajar di sekolah sebagai prasyarat untuk menjadi guru (beneran) nantinya. PPL ini cukup bikin penasaran buat saya. Karena di satu sisi bakal ketemu banyak orang baru, siswa, guru dan pengalaman berharga, di sisi lain ada kekhawatiran dari tanggungjawab ini. Apakah bisa saya memberikan ilmu yang sudah saya dapat selama perkuliahan..? sedangkan saya sendiri gak tau dapet ilmu apa dari perkuliahan. Haha.. becanda deh.. yang jelas, saya khawatir melakukan malpraktek. Bukan hanya dokter saja yang malpraktek, guru pun bisa dan bahkan lebih berbahaya. Kalo dokter malpraktek, pasien akan mati atau cacat. Nah kalo guru malpraktek, justru pasien tetap hidup namun dengan ilmu yang salah, dan dia bisa menurunkan kesalahan ilmu itu ke yang lainnya..

Saya sadar, peran menjadi guru ini amat sulit, tanggungjawabnya besar meski penghargaan kecil. Namun proses ini mesti dijalani. Berbekal keingintahuan saya, pengalaman organisasi dan public speaking yang pas-pasan, saya optimis menghadapi siswa. Dibuat santai saja.

Saya ditempatkan di SMAN 11 Bandung, sekolah cluster 1 di Kota Bandung yang berada di Jalan Kembar Baru. Wilayah yang baru saya kenal. Alasan pemilihan saya atas sekolah ini hanya berdasarkan lokasi yang kebetulan dekat dari Margahayu (tempat tinggal sementara selagi di Bandung). Saat itu ada 3 pilihan SMA yang masih kosong, lokasinya ada yang di Cibereum, Antapani dan satunya di BKR (ya SMAN 11 ini). Atas pertimbangan keterjangkauan, maka diputuskan SMAN 11 yang jadi pilihan.



Ternyata Takdir Tuhan tidak pernah salah, teman saya ada yang alumni SMAN 11, saya kemudian bertanya mengenai beberapa hal tentang sekolah itu. Dari obrolan hanya didapatkan kesimpulan bahwa sekolah itu guru geografinya baik, sekolahnya asri dan siswanya cantik. Hehe.. poin terakhir itu jadi salahsatu pendorong meyakinkan saya tetap disini. Tak ada hal lain yang diketahui sampai pada waktunya kami (saya dan teman seperjuangan PPL di sekolah) menyempatkan diri untuk melihat sekolah. Saya lihat sekolahnya memang asri, hijau dan adem. Setidaknya ketika saya stress, ada banyak tumbuhan hijau yang bisa me-refresh ulang otak. Ketika bertemu guru (Wakasek Humas), ternyata saya mendapat sambutan hangat. Ya hangat.. mereka agak kaget ketika kami datang bergerombol. Karena belum ada surat atau pemberitahuan awal kedatangan kami. Niat kami sih sebenarnya mau observasi sekaligus membicarakan perihal penerimaan oleh sekolah, 1 hari sebelum penerimaan yang sebenarnya. Eh tapi ternyata sekolah malah menginginkan kami datang dengan surat resmi dan diantar dosen pembimbing sebagai tanda resminya kami dari lembaga. Okeh, langkah pertama kami salah jadinya..

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!