cookieChoices = {}; nyarinama: Kabur ke Garut Selatan cookieChoices = {};

Kabur ke Garut Selatan


Weekend terakhir di bulan mei ini (28-29/5) menjadi penutup berbagai perjalanan yang saya lakukan selama 1 bulan. Mulai minggu pertama (30/4 - 1/5) camping di Jayagiri, minggu kedua (7/5) yang menyambangi Gunung Padang, Cianjur. Kemudian berturut-turut ke Majalengka di minggu ketiga (14-15/5) dan minggu keempat (21-22/5) hingga akhirnya perjalanan kemarin Ke Garut Selatan.
Bulan ini jadi bulan paling padat dan paling menguras energi. Berbagai persiapan harus dilakukan. Belum lagi budget yang keluar dan kesehatan yang mesti prima. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana. Kesehatan terjaga, keuangan pun sehat tanpa menyisakan hutang.
Di weekend kelima, saya bersama beberapa kawan-kawan satu komunitas mengadakan perjalanan ke Santolo, Garut. Agenda ini merupakan agenda lanjutan setelah sebelumnya kami camping di Jayagiri. Menghabiskan hasrat penasaran kami yang ingin terus berlibur bersama, akhirnya diputuskan bahwa destinasi selanjutnya adalah pantai santolo. Kemudian kami mengajak beberapa teman yang kebetulan bisa meluangkan waktu untuk ikut bersama kami.
Rombongan menuju rumah transit di Cikajang

Hari H pun tiba, sebanyak 23 orang ikut rombongan ‘Piknik Ceria’ yang terbagi dalam 3 mobil pribadi. Kami bekumpul jam 8 malam dan mengecek kelengkapan. Sesudahnya kami berdoa dan mulai berangkat. Jam 12 tengah malam kami tiba di Cikajang, Garut untuk beristirahat sejenak di rumah saudara salahsatu teman kami. Kami tertidur pulas karena hawa dingin yang menyelimuti. Tiba-tiba saja salahsatu teman kami berteriak di kegelapan malam dalam suasana yang hening. Semua orang terkejut, Akupun lantas bangun dan bertanya-tanya, suara siapa ini. Ternyata orangnya tepat berada di sampingku.
Suasana dalam rumah transit

Suaranya memekikkan telinga. Kami terbangun dan mulai memperhatikannya. Eh beberapa menit kemudian ia cengengesan dalam tidurnya. Tertawa cengengesan berulang kali. Hingga kami mulai ketakutan dan mencoba menerka ada apa dengan dia. Apakah dia kerasukan? Atau hanya mengigau saja. Aku sudah bersiap dengan sebotol air mineral yang akan kutumpahkan manakala situasi tidak terkendali. Cengengesannya tidak berhenti, malah ia mengucap kata-kata “eheee.. hehe.. kalian lucu..” sontak kamipun mulai parno. Takut ia kerasukan. Tapi aku memberanikan diri untuk mencolek dan membangunkan dia. Ia tersadar dengan badan yang digulingkan berkali-kali ke kanan dan kiri. Aku mengetes kesadaran dengan bertanya.. “Rei.. (namanya), sadar.. bangunn” matanya terbuka dan melihat sekeliling. “Emmm... iya..” jawabnya. Aku bertanya lagi, “dimana ini..?”, ia menjawab “di Lembang... eh Garut..” ternyata kesadarannya pulih. Kami sedikit lega dan mulai tertidur kembali. Pagi harinya kami interogasi dia dengan beberapa pertanyaan. Ternyata dia bermimpi jatuh dari tebing dan ketika setengah sadar, ia mendengar sayup-sayup suara kami menertawakan dia (tertawa berbalut rasa takut) sehingga ia ikut tertawa.
Berfoto sebelum melanjutkan perjalanan

Singkat cerita, kami berkemas jam 10 pagi dan melanjutkan perjalanan menuju pantai Garut Selatan. Di perjalanan, mobil yang kami tumpangi sesekali berhenti karena ada penumpang yang mabok. Begitupun dengan mobil yang lain yang ikut berhenti dan jajan sesekali. Perjalanan memang bikin pusing. Berkelok-kelok dengan jalan yang kecil agak bergelombang. Membuat mata pusing yang efeknya jadi mual. Bahkan ketika saya menuliskan kalimat tadi, saya merasakan kembali pusingnya ketika di mobil. Luar biasa.
Tiba di Garut Selatan

Groufie Asik

Kami tiba di Pantai Karangpapak sekitar jam 12 siang. Kami menaruh barang-barang dan sedikit istirahat. Beberapa sudah tidak sabar melihat pantai. Wajar saja, pantai berada tepat di depan penginapan kami. Ombaknya terdengar jelas dan anginnya memberikan kesejukkan. Saya segera berganti dengan celana pendek. Saya bersegera ke pantai dan tanpa pikir panjang, sengaja membasahi diri dengan air. Setelah beberapa menit, kamipun kembali ke penginapan. Sesi berenang yang sesungguhnya akan dilakukan sore hari nanti. Saya membasuh badan dan tertidur karena angin sepoi-sepoi dari pantai. Setelah waktunya tiba, kami semua berangkat ke pantai untuk berenang. Pantai yang kami tuju agak lebih jauh dari pantai depan penginapan. Kami berjalan sekitar 1km menyusuri pantai. Pantai disana adalah pantai berkarang dengan pasir kuning. Setelah berjalan jauh, Kami tidak menemukan spot yang kami mau, sepanjang perjalanan hanya karang tajam yang kami temui. Akhirnya kami berjalan pulang. Di tengah perjalanan pulang, kami mengamati kembali bahwa terdapat spot-spot yang bisa kami tempati. Ada beberapa wisatawan yang mandi dengan asyik ddi sekitar karang. Ternyata ada karang yang bolong dan airnya lebih dalam. Pijakannya pasir pantai yang halus. Kamipun mencoba menceburkan diri disana. Ternyata seru. Seperti ada kolam di pinggir pantai. Sekelilingnya karang dengan bentuk tengahnya yang berpasir. Bahkan kami melompat berkali-kali di ‘kolam’ itu. Satu per satu dari kami melompat dan kegirangan. Kami menghabiskan waktu disitu hingga matahari mulai tergelincir. Setelahnya, kami kembali ke penginapan.
Mulai bermain di pantai

Pose ala-ala artis instagram

Berenang di kolam karang


Malam hari kami mulai letih. Meskipun ada beberapa yang masih berdendang dan mengobrol, ada beberapa yang tertidur karena capek dan lapar. Kemudian kami putuskan untuk mencari makan di sekitar situ. Kami berangkat dengan mobil sambil melihat keadan sekitar. Siapa tau ada tempat nongkrong yang asik. Lalu kami dapati sebuah rumah makan besar. Tadinya kita pikir bisa mendapatkan menu ikan yang lengkap nan lezat. Atau bepikir kita bisa bakar-bakar ikan di sekitar penginapan. Tapi ternyata menu yang kami santap Cuma seputar ayam goreng. Yaah..
Suasana sesi curhat

Selepas dari makan malam bersama, kami menggelar sesi curhat dan kesan pesan selama perjalanan piknik itu. Semua orang berbicara diiringi gelak tawa dan kegembiraan. Ada juga yang begitu cinta dan merasa memiliki ikatan kuat terhadap pertemanan kita. Semua merasakan hal yang sama. Begitupun saya yang rela ikut dan menghabiskan waktu bersama mereka larut dalam kegembiraan. Akhirnya saya punya teman jalan yang asik.
Benteng Karang di Pantai Santolo

Keceriaan dan kebersamaan

Esok harinya tak ada kegiatan berarti. Kami bergegas merapikan tas dan berangkat menuju bandung. Seperti biasa, akhir kegiatan diisi dengan foto-foto. Jam 10 kami juga menyempatkan untuk mampir ke Pantai Santolo. Pantai yang memang diperuntukkan sebagai pantai wisata, lengkap dengan berbagai fasilitasnya. Beberapa dari kami berjalan-jalan menyusuri sekitar, ada juga yang menyeberang ke pulau untuk berfoto. Semuanya diisi dengan kegiatan ringan. Selepas itu kami pulang. Walaupun diisi dengan beberapa insiden mabok, berkali-kali rehat, tapi semuanya lancar. Aman terkendali. Kami tiba di Bandung jam 8 malam dan tidur dengan membawa mimpi indah serta energi positif hasil dari liburan.

Berfoto sebelum balik Bandung


0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!