nyarinama

susah nyari blog..? atau gak tau nama blognya..? ketik nyarinama aja. satu-satunya blog yang gak bikin bingung pengunjung..!!

Cerita nonbar Juventini

Posted by Ricky P. Ramadhan On 00:06 0 komentar


akhir pekan kemarin, saya datang nonbar lagi nih bareng Juventus Club Indonesia Chapter Bandung. kali ini tempatnya di Dacosta Cafe yang ada di daerah tamansari. pertandinganya Cagliari vs Juventus di serie A. maennya jam 9 malem. jadi pas banget buat hangout n nobar. makanya penontonnya pada rame. semuanya pake jersey juve. yang belang-belang n merah jambu (cucok deh ciin..).

berikut ini gallery nobar kita..



ini dia tempatnya. dacosta cafe



suasana pas nobar. rame ya..

ini tiketnya nih. HTM 15 rebu. tanda bahwa saya bukan penonton ilegal sekaligus banyak duit. hehe..

pose bersama jersey kesayangan yang cuma harga 35 rebu. haha..




Mencoba menjadi kambingjantan dan poconggg

Posted by Ricky P. Ramadhan On 12:19 0 komentar


 

Dunia blogger memang sangat atraktif (kedengaran seperti sirkus online). Cuma dengan tulisan dan curhatan kita sehari-hari, kita bisa terkenal. Cuma dengan tulisan nyeleneh kita bisa jadi sensasi di dunia maya. Dan dari situlah saya mencoba membangun karir sebagai blogger sejati untuk dapat terkenal macam raditya dika dan arif si poconggg.

Sekitar 3 tulisan terakhir saya di blog ini banyak terinspirasi dari bang radit si kambingjantang. Seorang blogger konyol jebolan UI dan Adelaide University yang mengumumkan ketololan hidupnya selama ini. Namun dengan kandungan makna yang tersingkap (kedengaran seperti mau nulis tentang geologi) di akhir tulisannya. Raditya dika kini jadi idola saya. Tapi mungkin telat untuk menyadari dan telat buat jadi idolanya dia. Maaf ya bang radit, saya telat gabung kambingjantan fans club. Hehe..

bang radit lagi mau ngubek-ngubek tempat sampah. lapar.. haha..


Setelah beli buku salmon merah jambu, eh, salmon setengah manusia, eh salah manusia setengah salmon, saya mengetahui dengan persis pribadi bang radit. Belum lagi setelah baca marmut merah marunnya (marmut merah jambu biji). Saya makin kenal dan hafal jokes-jokes bang radit. Cukup cool dan bikin hidup kita makin berwarna. Jokes seperti itu yang hanya bisa dinikmati orang intelek. Istilah saya mah, heureuy pejabat (becandanya para pejabat).

Heureuy pejabat adalah jokes yang kita harus mikir dulu untuk ketawa n menemukan apa yang lucu. Terkadang hanya verbal dan datar, namun bisa buat ketawa. Kenapa harus pake pejabat..? liat deh acara-acara talkshow di tipi, pejabat yang kaku dan formal itu kadang juga bisa ngelawak walaupun tidak lucu. Tapi pejabat lain yang mendengarnya suka ikut tertawa.

Sebenarnya sejak masa SMA lalu saya tau buku kambingjantan, cinta brontosaurus, babi ngesot dan radikus makankakusnya bang radit. Tapi saya cuman baca beberapa chapter yang mungkin lucu. Dulu saya bukan seorang yang hobi baca. Tapi kini di bangku kuliahan, setelah baca manusia setengah salmon, jadi lumayan mau baca buku. Hingga saya bisa menghabiskan buku marmut merah jambu hanya dengan 3 hari (dibaca, bukan dimakan).

Inspirasi lainnya datang dari mas arif si poconggg. Entah kapan muncul demam pocong dan membahana di twitter. Sehingga muncullah 2 sekuel buku tentang poconggg (yang saya tau). Buku ini bukan berangkat dari blog. Tapi dari akun twitter. Sayangnya saya bukan orang yang hobby ngetweet dan tidak termasuk ahli twitter (walaupun saya suka IT). 

Belum banyak yang saya bisa referensi dari poconggg ini. Tapi branding “poconggg” telah menjadi inspirasi bagi saya untuk membangun brand “nyarinama” di masa mendatang. Syukur-syukur kalo taun ini bisa terkenal, blognya dibukukan dan bisa difilmkan seperti 2 pendahulu saya ini.
kenampakan illustrasi si nyarinama

Tentang bencis..

Posted by Ricky P. Ramadhan On 11:27 2 komentar


Malam itu saya makan malam bersama wanita. Saya makan malam di warung kaki lima dengan menu seafood. Kepiting saus padang 1 porsi. Saat menunggu makanan tiba, tiba-tiba.. (gaya nightmare side) datang 2 orang semi laki-laki (disorientasi seksual kata raditya dika) atau sebut saja bencong. Mari kita beri nama bunga. Bunga 1 dan bunga 2. Hehe..

Kehadiran mereka bikin saya ngeri. Takut di grepe-grepe atau digoda. Hiiiy.. mereka ngamen malam itu. Nyanyinya salah alamat yang emang lagi menjongkoki tangga lagu teratas billboard Indonesia (bahasanya selangit untuk lagu yang dinyanyikan sebuah bencong. Hehe..). mereka nyanyi dengan semangat dan unyu-unyu. Namun saya nggak berani liat wajah mereka. Takut pisaan.. kadangkala semua lelaki pada takut bencong. Lebih menyeramkan dari setan. Pasalnya mereka berwujud, nyata, unyu, disorientasi, dan suka grepe-grepe. Makanya serem banget mahkluk seperti mereka hadir dalam malam romantis saya dengan seorang wanita. 

Tapi biarkanlah berlalu. Toh di bandung banyak pisan bencis-bencis macam begituan. Penampilannya seksi abis, berbedak tebal dan bibir penuh lumuran lipstik mirip sumanto abis makan bayi mentah. Hiiiy uweek..

Malam itu setelah menghabiskan setengah lagu, mereka pergi. Teman wanita spesial saya memberi mereka sedekah untuk dapat kembali ke jalan Nya. Hehe.. lalu kami makan. Kejadian sangat dekat dengan bencong ini juga pernah dialami waktu saya bareng temen-temen se geng (4 orang) ketika mau ke BIP. Ketika mendiami angkot dan melewati perempatan dago, si angkot berhenti untuk menaikkan seekor bencong. Oh tidak, kini aku khawatir para penumpang akan mati lemas setelah di grepe-grepe olehnya..

Tapi aku selamat, aku tidak berada dekat dengannya. Cuma temenku yang lain yang bersebelahan dengannya. Haha.. dia terlihat kikuk namun mencoba untuk tetep cool. Bisa jadi memang najis, atau mencoba menarik perhatian bencisnya agar mau mengrepe-grepe dia. Haha..

Bau semerbak bedak nenek-nenek menyeruak ke segala penjuru angkot. Widiih.. asem banget. Pengap dan hampir muak dengan semua ini (pecahkan saja semuanya biar gaduh..!). tapi si bencis yang ini tidak terlalu pede. Dia ceking dan tidak seksi. Apalagi di dalem angkot sudah duduk cewek cantik dan manis. Jadi si bencis mungkin merasa tersaingi oleh wanita itu (haha.. bukan tandingannya kalee). Setelah beberapa meter jauhnya, bencis itupun turun dan semua orang di angkot menggosip tentang bencis. Termasuk saya ciiin...! hihi.. dan malam itu kami selamat dari sergapannya.

Balik lagi ke makan malam romantis. Setelah makanan datang, kami melahap ketiping, eh.. kepiting dengan lahap diselingi candaan. Beberapa menit kemudian, bencis yang sama datang kembali dengan formasi yang sama. Oh tidaaak.. mereka nyanyi lagu yang sama dan kini duduk di sebelahku. Ya Tuhan, lindungilah aku.. setelah beberapa saat, si bencis 1 minta bayaran “neng, minta seribunya neng..” kemudian teman wanita spesialku menjawab. “kan tadi udah kesini, A..” (A = abang, kakak. Panggilan laki-laki yang lebih tua dalam bahasa sunda). “oh iya ya neng.. saya lupa..” kemudian dia membelai pundak saya. Oh tidak, kuman bencis itu merasuk dalam diri saya. Mudah-mudahan esok hari saya tidak terkontaminasi dengan kumannya. Sehingga saya jadi bencongman (plagiat dari kisah spiderman).


Hidup di kota besar seperti bandung membuat saya belajar akan hal-hal yang ada disini. Banyak hal baru yang bisa dipelajari. Ini pasti karena saya dari kampung, jadi banyak yang aneh disini. Hehe..

Ya, hidup di kota besar banyak dinamikanya. Kehidupan begitu ruwet dan aktif. Waktu sangat berharga, kita harus bergerak cepat dan dinamis untuk dapat selaras dengan waktu yang terbatas. Kadangkala banyak kerjaan yang tidak dapat dikerjakan gara-gara waktunya tidak cukup dan berleha-leha.

Masalah lain yang timbul adalah masalah sosial yang banyak. Dari mulai adanya geng motor, keruwetan transportasi, kedisiplinan, kriminalitas, prostitusi hingga menjamurnya para homo. Haha.. tapi tulisan ini tidak didedikasikan untuk para homo. Hehe..

Tulisan ini dibuat setelah beberapa kali mengalami dan melihat tingkah laku supir angkutan kota di kota bandung. Sudah sejak lama tulisan tentang kritik ini mau dibuat, tapi kadangkala hilang dan yah mungkin tidak usah dipikirkan. Tapi si supir angkota yang bandel ini memaksa saya buat nulis. Hmmm...

Angkutan kota sejatinya adalah angkutan umum milik pemerintah yang dibuat untuk kenyamanan warga kota. Fungsinya jelas untuk mengangkut dan mengantar warga kota yang aktifitasnya sangat tinggi, ke tempat-tempat yang dituju dengan nyaman dan murah. Tapi apa mau dikata, angkot adalah pilihan terakhir saat ini setelah mobil pribadi, motor pribadi dan motor minjem dari temen gak bisa dipake. Apa sebabnya..? sebabnya adalah kelakuan para supir yang nakal dan bandel dengan rambu lalu lintas. Hal yang paling sering dilakukan adalah mangkal (capcus ciiin..!) dan melanggar lampu merah (lampu lalu lintas).

Mangkal atau ngetem adalah kegiatan mencari mangsa untuk memenuhi setiap jengkal isi dalam mobil angkutan. Ini dilakukan buat memenuhi setoran. Tapi mangkalnya angkot bandung parah. Kamu beruntung kalo Cuma diajak ngetem setengah jam. Parahnya mereka bisa berdiam diri entah nungguin siapa selama berjam-jam. Tentunya ini mungkin sedikit lebay, tapi kalo menurut penumpang yang pengen cepet-cepet, ya kegiatan mangkal ini sangat lama dan membosankan ciiin..!

Mereka biasanya mangkal di emperan jalan (pinggir jalan maksudnya) atau di lampu merah. Kadangkala waktu saya nginep di kostan temen dan paginya harus berangkat ngampus, si angkot malah ngetem di saat yang gak pas. Mereka diem sambil liat kanan kiri depan belakang siapa tahu ada orang yang mau naik. Tapi seringnya ngetem ini nggak efektif. Palingan Cuma hantu-hantu doang yang masuk. Manusianya mah nggak ada. Kalaupun ada, justru lebih parah, mereka akan rela diam berjam-jam menunggu sampai akhirnya penumpang penuh (bukan penuh lagi, tapi sampe desak-desakan rebutan napas). Plus bensin yang makin boros, yang dapat berimplikasi pada pencemaran udara di bandung.

Pelanggaran lainnya adalah nyelonong saat lampu merah. Ini juga bikin kesel bagi pemerhati sosial (seperti saya. Hehe..). kegiatan nyelonong ini tabiat yang buruk. Biasanya si angkot pas lampu merah sengaja berada di garis terdepat, bahkan malah lewat garis, kemudian saat lampu merah atau mungkin dalam feelingnya udah mau kuning, maka ia maju perlahan dan nyelonong. Kegiatan ini diperparah kalo petugas tidak ada atau jalur yang lagi lampu hijau sedang sepi. Jadi tidak ada yang lewat. Maka si supir langsung nyelonong. Trus pada jalur yang seharusnya dibelokkan, mereka malah lempeng-lempeng aja. Ambil contoh misalnya angkot caheum – ledeng yang lewat tamansari ITB. Ketika berada di perempatan balubur, sekarang dibuat sekat agar mobil atau motor dari arah ledeng berbelok kiri menuju arah Jl. (lupa lagi namanya) kemudian nanti berbalik arah dan kembali belok kiri ke depan balubur.

Yah begitulah ulasan singkat mengenai pelanggaran lalu lintas yang dilakukan angkot. Masih banyak lagi pelanggaran lainnya yang lain kali bakal diceritain.. 

    Total Pageviews

    nyariArsip