cookieChoices = {}; nyarinama: Kerelatifan, Kesuksesan dan Inspirasi cookieChoices = {};

Kerelatifan, Kesuksesan dan Inspirasi



Sabtu, 23 April lalu saya bertemu kembali dengan siswa didik semasa PPL di SMAN 11 Bandung dahulu. Sebelumnya, kami memang sering bertemu dan jalan-jalan bareng. Tahura, Jayagiri dan Garden Stone pernah kita sambangi bersama. Namun karena kesibukan masing-masing, kami belum sempat bertemu kembali. Nah, pertemuan kemarin terjadi karena mereka membutuhkan bantuan untuk tugas bahasa sunda. Jadi tugasnya adalah mencari seseorang yang menjadi inspirasi bagi orang banyak. Kebetulan mereka memilih saya.

Bangga sih bisa dikontak dan diwawancarai secara sederhana tentang kisah saya. Tapi membuat saya bertanya pada diri sendiri. Apakah memang saya sukses dan bisa menginspirasi orang..? apakah karya saya memang baik dan dapat diakui? well, saya tidak bisa menjawabnya. Semuanya relatif pada sudut pandang seperti apa. Saya jadi kepo dan melihat-lihat linimasa teman saya, adik kelas maupun kolega yang lebih sukses daripada saya. Ternyata masih belom ada apa-apanya.

Saya jadi merasa harus bertanggungjawab atas apa yang saya katakan dalam wawancara itu. Meskipun semua yang saya katakan terjamin kebenarannya. Wawancara tersebut jadi cerminan dan tolok ukur kembali nilai kesuksesan. Saya harus merendahkan hati dan berusaha tidak puas atas apa yang telah dilakukan. Memang masih jauh dari nilai-nilai kesuksesan yang telah diraih orang lain. Terlebih pada usia seperti saya. Tapi saya berpendapat bahwa kesuksesan bukanlah tujuan. Kesuksesan bukanlah hasil. Melainkan proses-proses, sikap dan nilai yang dianut untuk terus diamalkan sehingga kita jadi lebih baik. Sejak dulu saya selalu berpegang bahwa tujuan hidup saya itu harus sukses dan berguna (successfull and usefull). Apakah keduanya itu?


Sukses seperti yang sudah dijelaskan, adalah proses, sikap dan nilai yang kita anut. Tentunya ada banyak variabel yang terkandung dalam kesuksesan itu. Entah itu dari kemapanan finansial, banyaknya relasi, pengalaman dalam suatu bidang, sifat-sifat baik dalam diri, dan banyak hal lain. Salahsatu yang penting tentu kemapanan finansial. Bukan hanya soal berapa banyak menghasilkan uang, tapi bagaimana mengelola keuangan yang kita dapat seefektif mungkin. Jika seseorang sudah mampu mengendalikan finansialnya, maka ia sukses. Dalam poin ini, saya belum sukses. Hehe.. soal banyaknya relasi, cukuplah. Selalu saja ada orang baru dalam hidup, pengalaman baru, project baru dan prospek-prospek baru sehingga kehidupan jadi dinamis. Asal ada keyakinan dalam diri. Kadangkala justru saya tidak yakin pada rezeki yang diberikan. Selalu ada kekhawatiran. Padahal Allah selalu memberi lebih dari yang saya kira. Dari poin inipun, saya belum sukses. Soal pengalaman dalam bidang yang saya geluti, saya masih perlu banyak belajar dan jauh dari kata ahli. Terlebih lagi saya bergulat dalam dunia kreatif yang margin keahliannya sangat bervariasi. Saya hanya mengandalkan sikap positif dalam diri, bahwa kita yakin dapat meraih tujuan dengan keyakinan dan kerja keras. Agak klise sih, tapi memang itu.. sudah saya buktikan sendiri. Jadi orang aneh jurusan pendidikan yang berkarier di dunia desain grafis.

Kebermanfaatan adalah prioritas. Kalaupun kita belum memiliki sifat sukses, maka yang satu ini mau tidak mau harus bisa kita lakukan. Tanpa harus mempunyai keahlian khusus, hidup kita harus bisa bermanfaat untuk orang banyak. Dalam hal ini, saya usahakan untuk selalu bantu, selalu ada dan selalu care. Membantu orang atau bermanfaat bagi orang memiliki nilai kebahagiaan yang tinggi. Sehingga menularkan kebahagiaan lain pada orang yang kita bantu. Dari sinilah pahala dan rezeki kita mengalir.

Ternyata aksi reaksi pasca wawancara itu membuat saya kembali berpikir, saya memang belum cukup sukses dan menginspirasi. Tetap harus terus berubah, berkarya dan mencapai target-target baru dalam hidup. Menurut kalian setelah melihat paparan diatas, apakah saya cukup sukses dan menginspirasi bagi orang lain..?

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!