cookieChoices = {}; nyarinama: Semua Orang dengan Jati Dirinya cookieChoices = {};

Semua Orang dengan Jati Dirinya



Siklus manusia yang makin menanjak menuju keemasan, sedang saya alami. Bukan saya sendiri. Tapi teman-teman sejawat lain juga. Pada saat seperti ini, merupakan waktu yang sangat penting dan lama. Prosesnya bertahun-tahun dan mengalami berbagai gelombang. Tidak ada yang senang (saya kira) dengan siklus ini. Karena siklus menuju kedewasaan sangat berat dan melelahkan.

Ambil saja contoh kalau kita mendaki gunung. Di awal perjalanan, kita akan menghadapi jalan yang landai. Masih dapat kita lalui. Makin menuju puncak, makin berat dan putus asa rasanya. Jalan-jalan yang kita tempuh seperti tidak akan berujung dan membuat kita lelah. Tapi itulah hidup dan siklus kita. Ingat, Allah tidak menjanjikan pelayaran yang mulus bagi hambanya. Tapi Ia menjanjikan pelabuhan yang indah untuk disinggahi.

Begitupun dengan pencarian jatidiri kita. Jatidiri saya juga. Apakah saya tidak terlihat bingung dengan hidup saya..? apakah saya menikmati..? tidak bung. Banyak stimulus dari luar yang tidak tertampung di pikiran saya. Banyak stressor yang mencoba menggoyahkan kondisi saya. Banyak keadaan-keadaan baru dan masalah baru yang saya hadapi. Banyak kondisi dimana memaksa kita buat terus menyendiri dan merenung. Banyak hal yang membuat kita tertunduk dan menyesali keadaan kita yang tidak sesuai dengan gelora kita.

Aku mau meraih A, aku mau menjadi B, aku ingin hidupku menjadi C. kenyataan..? bisa jadi D,E, dan F. itu lumrah. Tidak ada seorang pun yang dapat mengendarai sepeda tanpa jatuh terlebih dahulu. Sebuah kegagalan yang secara ‘tidak adil’ harus menimpa kita terlebih dahulu sebelum datangnya sebuah kemudahan. Yakinlah, hukum itu berlaku kepada seluruh umat dan kita harus percaya bahwa kita bakal keluar dari itu.

Mari mencari jatidiri. Mari menggali pengalaman dan jatuh berulang kali. Karena setelah itu saya yakin akan bisa mengendalikan hidup ini. Cepat atau lambat.. mari belajar dari banyak hal. Allah sudah memberikan bumi ini sebagai laboratorium perumpamaan yang maha besar. Kita bisa melihat tetes air, batu, pohon, tanah, semut, dan banyak hal lain. Tidakkah kita sadar dengan apa yang ada di sekeliling kita..?

2 comments :

  1. hehe.. nuhun teh. itu d kawah gunung gede..
    oya, mksih jg udh follow blog ini..

    ReplyDelete

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!