cookieChoices = {}; nyarinama: Dewasa, Hidup Dengan Target cookieChoices = {};

Dewasa, Hidup Dengan Target



Berkali-kali saya dinasehati ibu saya. Ya, yang namanya orang tua tentunya selalu khawatir dengan anaknya. Selalu saja memberikan banyak bekal buat hidup anaknya dan berkali-kali menyampaikan itu. Apakah perlu..? tentu. Apakah saya tidak dewasa..? tidak juga.

Dewasa, kata yang sering didengar tapi sulit dipahami. Seringkali saya merenung dan introspeksi. Bener gak sih saya tidak dewasa..? dari sisi apa..? bagaimana saya merubahnya..?. nampaknya saya masih menjadi anak alay yang belum dewasa. Hehe.. dewasa itu sederhana, tapi sulit mewujudkanya. Dewasa itu, melangkah dalam hidup kita dengan target dan matang dalam berpikir.

Dewasa itu, menjalani kehidupannya dengan banyak target dan capaian. Setiap langkahnya merupakan hasil pengukuran dan pemikiran. Kita, harus berjalan pada trek yang seharusnya dan yang telah kita pikirkan sebelumnya. Jadi, kalo liat temen yang hidupnya masih semrawut ngaler ngidul, indikatornya dia belum bisa mengatur hidup dn belum dewasa. Selain itu, apa yang ingin ia capai, selalu ia ‘tuliskan’ dengan jelas. Tulis bukan berarti teks, tapi jika ditulis dalam sebuah kertas, itu lebih baik lagi. Karena sesuatu yang ditulis, ingatannya bakal lebih lama dan kita bisa berulang kali melihatnya.

Tulisan mengenai target ini penting karena kita tidak bisa menunggu saat nanti untuk membuat hidup kita lebih baik. Kebanyakan orang menunda planning dan mewujudkannya nanti. Ah, nanti aja. Saya akan berubah dan bisa lebih baik. Begitu kira-kira. Tapi itu salah, jika kita tidak memulai dari hal yang kecil dan bertahap, tentu hal yang besar tidak akan tercapai. Jangan mengandalkan hanya keberuntungan dan jangan menunda. Jangan berspekulasi.

Perbedaan pola pikir dan planning ini terlihat jelas dari saat saya duduk di SMA dengan kini saya di perkuliahan. Dulu ketika saya main ke kostan teman, terlihat kamar yang berantakan dan jadwal yang tidak teratur. Tidak ada pengingat dan planning. Kamar hanya dihiasi poster pemain bola atau musisi. Beda halnya ketika saya berkunjung ke kostan teman saya kini. Kamar tertata rapi, pajangan fotonya bukan musisi atau pemain bola, tapi foto bareng dengan teman-temannya. Penuh catatan target dan jadwal kegiatan. Buku-buku tertata rapid an mereka punya aturan yang khas bagi ‘dunia’ mereka yang kecil itu.

Well, melihat itu semua, memberikan pandangan dan masukan berharga buat hidup saya juga. Tentunya dari sekian banyak contoh yang ada, harus ada kelebihan-kelebihan dari mereka yang saya adopsi. Alhamdulillah hampir semua yang saya lihat, sudah diinternalisasikan pada diri saya, namun perlu semangat dan pendorong yang lebih kuat agar jalan ini dapat secara simultan saya jalankan buat hidup saya.

Saya juga belum merasa dewasa, baru melepas masa alay, hehe.. tapi usaha dan target menuju kedewasaan selalu saya lakukan. Karena manusia (termasuk saya), butuh hidup lebih baik. Perlu berubah dan mempunyai target serta tujuan. Semua itu akan membuat kita mempunyai bekal menuju keabadian di surge nanti.

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!