cookieChoices = {}; nyarinama: PPLG, cerita tentang aku dan alam (2) cookieChoices = {};

PPLG, cerita tentang aku dan alam (2)

Keesokan harinya aku bangun dengan segar. Waktu istirahat cukup dan aku bersiap kembali menjalani hari ini. Kami semua wudhu dan mendekatkan diri kepada alam untuk kemudian sejenak merenung kebesaran Yang Maha Esa. Waktu selanjutnya beralih pada olahraga pagi. Kami melakukan pemanasan dan beberapa permainan ice breaking sekaligus melatih konsentrasi di pagi hari.

Saat-saat yang dinantikan datang, makan pagi. Kami bersiap melahap butir demi butir nasi itu. Kami memang lapar dan setiap kali acara makan, kelompok kamilah yang pertama menghabiskan jatah nasi dan secara paksa mengambil jatah orang lain yang tidak habis. Hehe..

Kegiatan selanjutnya adalah pengenalan BEM dari mulai DPM, pengurus, bidang-bidang, hingga ke jantera sebagai UKM tingkat jurusan. Pemberangkatan kelompok dimulai dari urutan terdepan, kelompok 1. Apa boleh buat, kami harus mengantri sebanyak 8 kelompok sebelum kami berangkat. Aku dan teman-temanku berceceran. Ada yang kelaparan dan makan makanan ringan yang dibawa, ada juga yang sibuk ke kamar kecil, ada yang sakit dan ada juga yang mendadak bikin surat.

Kami saling bercengkrama antar kelompok. Sudah tidak ada sekat lagi diantara kami. Aku tak kenal mana itu kelas A dan mana itu kelas B. Aku ajak bicara semuanya. Semuanya nyambung dan kami bisa saling memahami satu sama lain. Hingga akhirnya tibalah kelompok kami berangkat. Di pos pertama ada DPM atau sebagai pemantau BEM dalam menjalankan tugasnya. Kami berkenalan dengan mereka, menegetahui tugas-tugas mereka dan beberapa agenda kegiatan. Di pos lain ada pengurus inti yang disana ada sang ketua BEM, sekretaris, wakil sekretaris dan bendaharanya. Disana kami diajarkan inti berorganisasi dan peran mahasiswa dalam berorganisasi. Tiba berikutnya pada pos bidang 1, organisasi. Disana ada banyak orang. Termasuk teteh-teteh yang sekampung dengan saya. Dia mengerjai saya dengan menyuruh yel-yel segokil mungkin. Aku lakukan sajalah. Ini tantangan dan aku bisa memuaskan mereka hingga tertawa meihat goyangan kami. Hehe..

Di pos berikutnya ada pos bidang pendidikan, bidang minat dan bakat, bidang kerohanian, pos sosial politik dan terakhir di pos lingkungan. Perjalanan dilanjutkan ke pos jantera. Kami berjoget bersama mereka dalam yel-yel kami yang memang gokil. Lalu mereka dengan berseloroh meminta pete yang memang dikenakan sejak hari keberangkatan kami. Berkuranglah beban kami.

Perjalanan kami lanjutkan dengan lumayan berat. Kami dirundung hujan ketika pulang dari pos jantera. Sekitar 300 meter kami berjalan ditemani hujan yang kian lama kian deras saja itu. Kami tiba dengan basah. Kami diterima dengan nada sedikit tinggi karena kami tidak patuh untuk membawa rain coat. Yah, tak apalah..

Kami mulai merasa kedinginan. Terlebih saat itu kabut mulai mendekap perkemahan kami. Hujan masih mengguyur, kami kelaparan. Konsumsi kemudian datang membawa tenaga dalam bentuk nasi. Dalam keadaan basah di dalam tenda, kami lelaki sejati berjumlah 6 orang melepas kaos kami, kami telanjang dada dalam hujan dan kami mulai melahap nasi itu meski dengan tetes-tetes hujan. Kami nikmati bersama.

1 comment :

  1. dan RICKY yang menjadi ketua kelompok kami dengan lahapnya makn nasi bungkus dengan lauk tambahan "PETE" mentah,,,,hahaha

    ReplyDelete

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!