cookieChoices = {}; nyarinama: Bicara Soal Mudik cookieChoices = {};

Bicara Soal Mudik

Semua stasiun tv rame gembor2 soal mudik dan arus balik. H-7 hingga H+7 menjadi hari melelahkan bagi para pelancong uang dalam negeri. Potret tahunan yg tak dapat dihindari, seru, sengsara dan menarik disimak. Kawasan2 tenar kemacetan ramai dikunjungi wartawan berbagai media. Sang penjelajah dengan kendaraan besi memadati jalan.

Budaya mudik ke kampung halaman telah melekat dalam masyarakat indonesia. Ini sebenarnya hasil dari ketidakmerataan pembangunan di indonesia dan modernisasi yg tidak terbendung. Kalau saja semua daerah dapat maju dan menghidupi penghuninya, tentulah mereka tak perlu keluar daerah untuk hidup. Ini juga berkaitan dengan budaya merantau ke kota. Orang2 rantau yg 11 bulan telah berusaha dalam rimba pencakar langit, akhirnya harus kembali ke peraduan untuk membagi hasil jerih payahnya.

Bulan ramadhan memang spesial. Dalam bulan inilah nilai2 rohani kembali dipegang teguh dan orang2 kembali merenung bahwa fitrah mereka adalah makhluk religi. Di bulan ini pula saatnya kita merekatkan kembali silaturahmi. Orang2 yg telah merantau, rela susah payah antri berderet rapi demi menuju kampung kecilnya.
Kembali ke masalah mudik. Jalur mudik pulau jawa yg terbagi menjadi 2 jalur. Jalur utara dan selatan dengan poros asal pemudik dari jakarta dan bandung. Jalur yg terbagi 2 belum cukup luas untuk jutaan mobil dan motor. Maka dibentuklah daerah2 penyangga sebagai jalur alternatif untuk memecah antrian. Tapi ternyata kemacetan belumlah usai..

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!