cookieChoices = {}; nyarinama: Helaan napas ketiga cookieChoices = {};

Helaan napas ketiga

Sebenernya, acara study tour ini udah kelar tanggal 25 Desember lalu. Tapi aku belum nulis lagi... keburu males. Dan sekarang baru mulai nulis kembali di penghujung tahun 2008. ini adalah laporan acara study tour kemaren dengan segala aktivitasnya. Tapi masih belum lengkap. Karena saya akan membuatnya dalam beberapa seri. Biar banyakin postingan.. he.. ya udah kita liat aja.

Hari senin pagi aku berangat ke sekolah jam 8. aku mendapati setengah siswa kelas XI tidak masuk hari itu. Tapi untungnya siswa XI IPS 1 sudah berkumpul untuk mengetahui informasi-informasi terkini seputar study tour. Dan hari itu kaos study tour dibagikan ke seluruh siswa kelas XI. Walaupun kenampakannya jelek, ya... terpaksa harus kami terima. Ini adalah uang kami. Hal lainnya adalah jadwal study tour. Kami menerima lembaran biru untuk mengetahui jadwal kami selama di sana. Aku berbelanja di siang harinya setelah kelar mengurus perihal study tour. Belanja dari mulai peralatan mandi hingga kaos di distro terdekat.

Malam harinya aku sudah packing sebelum maghrib tiba. Setelah maghrib, aku makan malam dan siap sedia menuju sekolah. Insiden terjadi saat celana jeans ku tertinggal di rumah. Tapi hal itu clear sebelum keberangkatan kami. Sebelum berangkat, kami (siswa IPS) dikumpulkan terlebih dahulu. Kami dilepas secara resmi oleh kepala sekolah.

Kami berangkat dengan riang. Di bus, aku mendapati fasilitas yang kurang, namun yang penting berangkatnya kan?? Sepanjang malam kami bernyanyi, jahil-menjahili sesama, dan bercanda tawa ala IPS. Akhirnya pada jam 12 tengah malam, kami berhenti di tempat peristirahatan di tol Jakarta-Tangerang. Dan jam 5 pagi, kami menunaikan shalat shubuh di masjid Al-A’raf di banten. Beberapa dari kami sudah melaksanakan mandi. Perjalanan dilanjutkan menuju desa ciboleger, yang akhirnya bermuara di kampung baduy.

Di baduy, kami berjalan jauh (sekitar 2 km) menuju baduy luar. Disana kami mendapati lingkungan yang asri bebas dari polusi. Hijau dan rimbun oleh pohon. Semak belukar dimana-mana dan orang-orang baduy yang nampaknya memang tertutup pada budaya luar.

Singkat cerita, kami selesai melaksanakan interview dengan kepala kampung setempat, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju senayan untuk bermalam disana. Sesampainya disana, ternyata failitas hotelnya (wisma) sudah acak adut. Hal yang membuat wisma itu masih punya gengsi berdiri di kota jakarta adalah gedungnya yang 10 lantai plus lift yang menampung 5 orang. Disana kami menghabiskan waktu malam.

Pagi harinya kami berangkat menuju BEJ atau Monas. Kok atau sih? Begini, sebagian menuju BEJ, sebagian lagi ke Monas. Ini terjadi kerena BEJ (tujuan semula) sedang mendapat tamu negara, jadi mereka hanya menampung setengah dari kami.

Nah, di hari terakhir ini, kami berangkat menuju objek terakhir pula. Yaitu ke dufan-ancol. Disana kami akan dipertemukan kembali dengan teman sejawat kami di IPA. Beruntung kami lebih dulu sampai, jadi bisa ganti baju lebih cepat dan bersantai dahulu.

Kami menghabiskan waktu tersisa dari jam 11 hingga petang nanti. Disana kami mencoba segala macam wahana (yang benar-benar memacu adrenalin). Aku pribadi sudah naik 6 wahana. Pada petangnya aku berbelanja di merchandise area di pintu keluar dufan.

Pulang petang hari dan kembali berhenti di rumah makan alam sari di Purwakarta. Kami dikumpulkan untuk mereview kembali kegiatan study tour. Sayangnya waktu yang disediakan tidak cukup untuk mengeluarkan segala unek-unek kami. Biarlah... akan ada saatnya..!!! he..he..

Akhir dari akhir adalah kami sampai di Kota tercinta dan berkumpul kembali bersama keluarga di rumah pada 5.30 pagi.

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!