Pabrik Pengolahan Teh Majalengka

PT Cula Mega adalah pabrik pengolahan teh di Majalengka yang berada di Desa Cipasung, Kecamatan Lemah sugih. Sekitar 40 km arah tenggara dari Majalengka atau 2 jam perjalanan. Pabrik tersebut dioperasikan pada tahun 2002, namun baru diresmikan oleh Bupati Majalengka 1 tahun setelahnya. Pabrik tersebut merupakan pabrik pengolahan teh skala kecil dengan produktivitas 2500 ton teh kering per hektar per tahunnya. Luas perkebunan teh sekitar 35,53 hektar yang menutupi daerah perbukitan di Desa tersebut. Perjalanan menuju pabrik cukup sulit. Jalannya kecil berbatu, belum lagi pasir dan lubang-lubang di sepanjang jalan.

Karena pengetahuan akan pengolahan teh di Majalengka masih kurang, maka didatangkanlah BPK Chakra sebagai tenaga ahli di pabrik, sekaligus sebagai cara memajukan petani disana. Jumlah karyawannya masih terbilang sedikit. Karyawan di perkebunan sekitar 40 orang dan karyawan pabrik 25 orang. Meski begitu, gaji mereka dijamin diatas UMR Majalengka.

Jenis teh yang ditanam adalah jenis TRI 2024, TRI 2025 dan Gambung 7. bibitnya didatangkan asli dari Rajagaluh. Pupuk yang digunakan standar-standar saja. Hanya pupuk kompos dan jenis pupuk lain yang biasa kita pakai untuk tanaman palawija. Hama yang sering menyerang tanaman ini adalah Helopeltis sp. (sejenis nyamuk), empoaska sp. (lalat), maith, ulat dan jamur (Blisterblait). Meski begitu, perawatan terhadap tanaman ini tidak terlalu sulit. Dan keuntungan yang bisa diraih pun cepat datang, karena panen dilakukan 14 hari sekali. “menanam teh cukup gampang dan untungnya banyak, kita hanya perlu menanam 1 kali, dan kita bisa panen 2 kali dalam sebulan!” begitu kata Pak Toni, Kepala Administrasi pabrik dari BPK Chakra yang kami wawancarai.

Produk yang dihasilkannya pun sudah diakui. Terbukti dengan dipasarkannya teh ini di Bandung dan dijadikan produk minuman “Frestea”. Tak hanya itu, teh ini sudah di ekspor ke luar negeri. Sayangnya support dari pemerintah kurang. Dari semenjak pabrik ini dibuka, baru ada dana 1 milyar yang mengucur dari pemerintah.

Perkebunan teh disana selain dapat menghasilkan produk teh, dapat pula berkembang menjadi komplek wisata perkebunan teh. Dan jalan menuju ke arah itu sudah mulai dirintis. Misalnya saja ketika kita masuk ke dalam area perkebunan, kita disodori lembaran pajak retribusi. Dan perlu kalian tahu, orang yang datang kesana tidak selalu orang yang mau berkunjung ke perkebunan, tapi ada pula orang yang asyik berpacaran di kebun teh.

Kita do’akan saja supaya usaha pengolahan teh ini dapat berjalan lancar dan pemerintah mau memberi perhatian. Semoga usaha ini dapat memajukan dan memakmurkan masyarakat Majalengka.

1 comment:

  1. Gimana A caranya kalo mau ikutan Lomba Blog?????

    Tingkatannya apa???

    ReplyDelete

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!