cookieChoices = {}; nyarinama: Iklim berorganisasi yang positif cookieChoices = {};

Iklim berorganisasi yang positif

Kekagumanku terhadap sekolahku makin bertambah setelah aku tau semua unsur yang ada di sekolah dapat berjalan selaras dan satu tujuan. Dari mulai Kepala Sekolah, Guru, Siswa hingga penjaga sekolah. Dan salah satu yang membuat mereka (terutama koordinasi antar siswa) dapat saling berhubungan adalah iklim berorganisasi di sekolahku yang positif.
Waktu saya hanya menjabat sebagai Sub Divisi Designing di ECA GIt, saya hanya menjalankan tugas sebagai tutor bagi siswa baru. Yang lainnya hanya membantu atasan untuk menjalankan organisasi. Nah, setelah saya mendapat kehormatan sebagai ketua seksi Keterampilan dan Kewirausahaan, saya merasakan hal yang lain.


Hal lain itu adalah terhubungnya unsur-unsur dalam berorganisasi. Misalnya ketika kami melakukan kegiatan. Misalnya (yang sedang hangat-hangat ini) Outdoor Living. Outdoor living adalah acara perkemahan yang dilaksanakan OSIS untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan dan tanggung jawab. Dalam masa perencanaan, kami dibentuk panitia. Karena sasaran kegiatan kami adalah siswa kelas X, dan sebagian pengurus OSIS ada yang kelas X, maka kami mengundang rekan-rekan kami kelas XI untuk membantu kami di kepanitiaan. Pada rapat pertama, kami dibentuk koordinator seksi lapangan. Diantaranya seksi Acara, Logistik, Dekorasi, Konsumsi, Keamanan, Humas, Kesehatan, Kesekretariatan dan Dokumentasi.

Seksi acara bertanggung jawab menata acara sehingga tercipta sebuah kegiatan yang menarik dan tersusun rapi. Logistik berguna untuk penyedia barang serta pengaturannya dan bertanggung jawab terhadap hal-hal fisik barang. Seksi dekorasi mengatur (layout) barang-barang itu. Seksi konsumsi menyediakan konsumsi untuk pekerja seksi yang lainnya. Seksi keamanan mengatur ketertiban peserta. Humas adalah jembatan antar panitia siswa dengan guru, juga panitia dengan peserta. Kesehatan tugasnya menangani kesehatan panitia dan peserta. Seksi kesekretariatan mengatur arsip-arsip dari mulai proposal, surat, format nilai, piagam, perijinan dan lainnya. Sedangkan seksi dokumentasi tugasnya mengabadikan kegiatan melalui kamera atau video.

Setelah koordinator terpilih, diberi waktu sekitar 30 menit untuk mencari anggota dan menyusun anggaran. Pada tahap pertama ini, kita hanya perlu membayangkan seperti apa nanti kegiatannya dan harus bagaimana kita dalam pelaksanaannya. Setelah anggota terbentuk dan bayangan anggaran terbentuk, kemudian para koordinator akan melaporkan hal yang tadi dirapatkan. Hasil sementaranya akan dirapatkan lebih lanjut pada rapat kedua.

Pada rapat kedua, semua koordinator sudah mendapatkan rumusan anggaran yang pasti (interval antara rapat pertama dan kedua sekitar 1 minggu). Hasilnya dilaporkan kembali di depan forum rapat yang dihadiri seluruh panitia siswa. Di rapat kedua ini juga dijelaskan teknis pelaksanaan. Hasil laporan ini akan jadi bahan untuk penyusunan proposal yang akan diserahkan pada Kepala Sekolah sebagai usulan atas kegiatan.

Setelah mendapat persetujuan dari Kepala Sekolah, maka dalam waktu dekat, anggaran pun cair. Tinggal diambil dari TU untuk kemudian diserahkan kepada masing-masing koordinator untuk dipakai keperluan seksinya.

Bergeraknya seluruh unsur ini membuat saya kagum. Kami sudah diberi pengenalan pendidikan organisasi sejak SMA. Dan pendidikan itu perlu untuk kita nanti terjun di masyarakat. Runtutan semua kegiatan tadi juga berlaku untuk semua kegiatan dalam lingkup OSIS. Berjalan tertib dan tidak mengandalkan salah satu orang untuk berpikir banyak hal. Disini banyak pemikir untuk memikirkan bagian-bagian dalam kegiatan. Dan kami dituntut tanggung jawabnya untuk melaksanakan kegiatan agar lancar.

Yang perlu diketahui, pelaksana dalam setiap kegiatan adalah siswa. Siswa yang menjadi tulang punggung dalam setiap kegiatan. Bahkan ketua pelaksana dalam setiap kegiatan pun dibebankan kepada siswa. Jadi siswa yang nanti akan melaporkan kepada khalayak banyak tentang kegiatan.

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!