cookieChoices = {}; nyarinama: Bumi tak pernah sepanas ini… cookieChoices = {};

Bumi tak pernah sepanas ini…

Uuuhhhh..... pemanasan global kini telah terasa secara nyata. Benar kata orang bahwa pemanasan global sangat dekat dengan kita. Dan kita sekarang mengalaminya. Sekarang kita tak bisa berleha-leha dengan ini, panas yang melanda bumi di siang hari (apalagi musim kemarau) telah menjadi hambatan orang beraktifitas. Benar-benar panas..!!

Siang hari sering aku habiskan di rumah. Memandangi layar TV sembari ngemil. Menonton acara anak muda. Tapi di luar sana telah bergejolak panas yang menggila dengan pancaran cahaya terang yang membuat kita mengernyitkan mata setengah mati. Hawa yang begitu panas memaksa kita untuk mencari keteduhan (kabar baik untuk pedagang es). Dan membuat energi kita terkuras lebih cepat.

Tentunya fenomena itu nyata dan sedang kita alami saat ini. Entah suhu bumi memang terus memanas atau karena isu global warming yang membuat kita lebih panas? Ah.. yang terasa bumi memang panas. Dan kini suhu di malam hari terpengaruh. Dingin tak terlalu mendominasi, sekarang panas telah ikut campur menghiasi malam kita yang tenang. Apa efeknya? Untuk orang kampung sepertiku jelas terlihat. Dari mulai tidur di teras luar hingga jarangnya orang keluar. Yang pertama saya sebutkan itu menjadi tren di kampung saya akhir-akhir ini.

Sekarang di depan rumah banyak orang menggelar tikar dan menghadirkan bantal untuk tidur di teras. Mungkin sekalian ronda. Tapi aslinya mereka menghindari tubuh berkeringat yang mengganggu tidur. Uuhh... susah kalo panas terus tiap hari.

Pemanasan global pun telah mengubah siklus musim hujan dan kemarau (juga musim tanam padi). Oh..ya, beruntung bagi orang yang mempunyai mobil. Mereka agak tak terpengaruh oleh panasnya matahari di siang hari. Beda dengan pengendara motor yang harus frontal melawan panas dan terangnya matahari.

Ayo kita lakukan sesuatu untuk bumi kita. Kaki kita telah berpijak lama di bumi, kaki kita pula yang harus melangkah demi terciptanya bumi yang ‘normal’...

2 comments :

  1. huy. . . . ngerti kok artiny teteh... q drumah jga d panggil teteh kok. tapi artinya beda. bukan kakak, tp kpendekan dr nma Q aja. .

    sbuk ne anak skolahan
    moga sukses y

    ReplyDelete

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!