cookieChoices = {}; nyarinama: Linux cookieChoices = {};

Linux

Tak kenal maka tak gampang

Belakangan sistem operasi open source semacam linux memang kian populer. Perlu diakui, bahwa kita memang belum pernah berkenalan dengan OS Linux. Ini terjadi karena pengguna komputer telah lebih mengenal Microsoft Windows sebagai OS di komputer.
Linux pada mulanya dirintis sebagai pro-yek hobi pelajar bernama Linus Torvalds yang belajar di Universitas Helsinki. Pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus membeli PC pertama, tapi dia tidak puas dengan sistem operasi MS-DOS ([Disk Operation System], sistem operasi buatan Microsoft) di komputernya. Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX, seperti yang digunakan pada komputer milik unversitasnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menciptakan versi yang bisa digunakan untuk PC dari UNIX.


Kerja keras selama berbulan-bulan menghasilkan cikal bakal dari sistem operasi yang dikenal sebagai Linux, yang delapan tahun kemudian dikembangkan dan dikatakan oleh banyak pengamat sebagai ancaman bagi raksasa Microsoft yang sangat dikenal dengan sistem operasi Windowsnya. Versi 0.01 dikeluarkan ke Internet pada September 1991, Versi 0.02 pada 5 Oktober 1991. Berikutnya, beribu-ribu penulis program sukarelawan seluruh dunia telah menyertai proyek ini.

Ada salah satu kisah kenapa Linus menginginkan pinguin sebagai logonya. Saat berjalan-jalan di taman Perth bersama Andrew Tridgell (pembuat program Samba), Linus dipatok oleh Pinguin dan demam selama berhari-hari. Ia pikir karakter pinguin cocok dengan Linux. Badannya agak gemuk, santai, namun jika mematok bisa bikin demam berhari-hari. Dia menggambarkan pinguin maskot ini nantinya berbadan gemuk, agak tersenyum dan sedang istirahat.

Setelah melalui pemilihan selama beberapa waktu, akhirnya diputuskan gambar pinguin yang dibuat oleh Larry Ewing merupakan deskripsi yang paling sempurna menurut keinginan Linus. Maskot ini dinamakan Tux, ditahbiskan sebagai logo Linux pada tahun 1996. Tentang penamaan Tux, merupakan kepanjangan dari Torvald + Unix = Tux

Pada linux, juga dikenal distribusi. Distribusi ini merupakan versi-versi tersendiri dari Linux dan dapat dikembangkan oleh individu, grup, atau lembaga lain. Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro). Masing-masing disertakan dengan program sistem atau aplikasi tambahan. Contoh program tersebut adalah :

• server web
• bahasa pemrograman
• basisdata
• tampilan desktop
• aplikasi perkantora

Linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer mahir, kini telah menjadi sistem yang lebih user-friendly, dengan antarmuka grafik yang berbeda dengan sistem operasi lain, Namun dibalik itu, linux juga mendapat banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux adalah Open Source yang masih belum mencapai faktor kemudahan dalam pemakaian. Per-soalan tentang kemudahan Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat.

Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows, Linux mungkin kelihatan lebih sukar dilihat dari pemilihan program yang dapat digunakan, disebabkan program tidak kompatibel di Linux. Faktor lain adalah sifat pengguna yang sulit untuk melepaskan sistem operasi Windows (yang sudah mengakar). Apalagi kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.

Walau bagaimanapun, kelebihan Linux dalam menyedot biaya yang cukup rendah, sekuritas yang lebih aman dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan pe-nggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran.

Instalasi
Proses instalasi Linux yang sulit seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang menjadi lebih mudah dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer besar.

Sudah banyak komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan sebagai boot CD tanpa perlu diinstalasi ke hard disk (yang dikenal sebagai Live Linux) Knoppix, Ubuntu dan Gentoo adalah contoh Live Linux. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya dalam bentuk ISO image untuk cakram optik dan dapat diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot.

Instalasi Linux juga otomatis menyertakan program berupa Office suite, dan program-program standar, seperti pemutar MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.

Mengoperasikan Linux membutuhkan kecerdasan teknik yang cukup, sebab pengoperasiannya tidak semudah menggunakan sistem operasi yang lebih populer, seperti Windows. Linux menjadi cukup dikenal dengan keungulan sebagai sistem yang efisien dan jarang sekali terjadi crash

Ricky P. Ramadhan, pengembangan dari komputeraktif dan wikipedia dimuat dalam Buletin Sekolah ‘Teknotif’, GIt, SMA Negeri 1 Majalengka

2 comments :

  1. kang, tau darimana OS linux?? hebat euy.. kita bikin forum linux aja, se majalengka aja dulu!! biar keliatan professional..

    ReplyDelete
  2. buletin gimana?

    ReplyDelete

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!