cookieChoices = {}; nyarinama: Mari Berkarya Nyata untuk Pendidikan cookieChoices = {};

Mari Berkarya Nyata untuk Pendidikan



Kawan-kawan, Hari Pendidikan Nasional tahun 2012 sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Sebuah seremonial dan peringatan atas dibangunnya fondasi pendidikan pada awal pergerakan Bangsa Indonesia. Dimanakah posisi kita..? bagaimana kita harus bersikap..?
Negara ini sedang mengalami banyak masalah. Pendidikan salahsatunya. Sayangnya, gaung perbaikan pendidikan tidak merata dan disadari banyak pihak. Sehingga tidak memberikan efek yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia. Menilik dari perkembangannya, Pendidikan Indonesia bergerak maju menuju banyak sekali perubahan. Setidaknya pola pikir kita dari bangsa terjajah hingga bangsa yang progresif telah nyata. Banyak pula prestasi anak bangsa yang mendunia, seperti menjuarai barbagai Olimpiade Sains dan Robotika. Pergerakan kaum muda juga makin menunjukkan intelektualitasnya. Perkembangan Kurikulum dan sistem Pendidikan makin menuju ke arah yang baik.
Itu dia perkembangan Pendidikan menurut Perspektif saya. Namun diluar itu semua, kenapa masih ada saja anak putus sekolah..? kenapa masih ada anak jalanan..? kenapa masih banyak budaya mencontek..? inilah dia bangsa kita. Apakah telah terjadi anomali dan ironi dalam bangsa ini..? ketika terjadi keadaan yang sangat bertolak belakang dalam suatu keadaan dan suatu tempat. Di satu sisi banyak prestasi yang diraih putra-putra bangsa. Tapi di sisi lain banyak pula kecacatan dalam pendidikan kita.
Inilah dia hasil dari Pendidikan yang berorientasi pada hasil. Hasilnya memang baik dan mampu mengangkat martabat Bangsa ini. Namun prosesnya luput dari perhatian kita semua. Anak-anak bangsa seperti menjadi robot percobaan mekanisme pendidikan. Diberi bahan bakar untuk terus membangun bangsa, namun tidak diberi pandangan ke depan mengenai masa depan bangsa yang ada di pundak kita semua. Tidak ada sebuah proses panjang dan berkesinambungan. Semua bertolak pada hasil. Ujian Nasional salahsatunya. Siswa sangat terbebani ketika di akhir pendidikan menengahnya harus dihadapkan pada Ujian Nasional. Sedangkan dalam pengajaran sehari-hari (dalam proses), mereka tidak diberi pemahaman yang baik. Sehingga bingung di akhir.
Proses yang hilang inilah yang membuat bangsa kita tidak mempunyai karakter. Hingga menjadi plagiat dan bangga dengan budaya Negara lain. Tidak ditanamkan rasa memiliki terhadap Negara dan rasa cinta terhadap budaya. Sehingga budaya lain dianggapnya lebih bagus. Karakter yang hilang inilah yang membuat pemuda kita gampang dimasuki oleh budaya lain dan mudah menyebar. Sangat rentan. Apalagi dengan keadaan geografis kita yang terbuka dan pemikiran kita yang moderat.
Oke, cukup. Mari kita optimis. Pemuda harus selalu optimis dan memiliki terobosan. Pemuda harus bergerak dan aktif. Pemuda tidak menjadi oposisi tapi mengkritik yang membangun. Pemuda harus idealis dan berkarya. Diluar itu semua, masih banyak anak-anak bangsa yang perlu kita semua perjuangkan. Masih banyak pemuda lain yang peduli dan beroptimis dengan pendidikan ini. Keadaan Negara kita tidak seburuk yang dibayangkan kok. Asal kita optimis dan mau berkarya untuk dapat merubahnya. Jangan diam dan banyak mengeluarkan kritik yang menghancurkan kita. Kita jugalah yang berkewajiban merubah ini semua.
Indonesia butuh kita untuk terus berkarya..

0 Komentar:

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!