Majalengka

Majalengka adalah kota kecil yang berada satu distrik dengan Cirebon, Indramayu dan Kuningan. Tapi dari satu distrik itu, Majalengka-lah kota yang belum berkembang. Di kota yang juni lalu berulang tahun ke 518 inilah aku lahir dan tinggal.

Kota ini baru kukenal luas saat aku duduk di SMA. Selebihnya aku hanya tinggal di sebuah desa di pinggiran kota. Kota ini dikenal sebagai penghasil kecap. Tapi produknya malah dibiarkan tak berkembang. Malah kecap berhitung huruflah yang tenar. Pertanian kedelai pun tak pernah kudengar ada di sini. Jadi sepertinya ironis kalau Majalengka dikatakan kota penghasil kecap. Julukan lain yang disematkan ke kota ini adalah kota Angin. Aku mengakui bahwa banyak angin yang berhembus disini ketika musim kemarau tiba. Jadi hawa di Majalengka tak terlalu panas ketika kemarau. Angin tersebut ditimbulkan akibat letak geografis Majalengka yang dikelilingi gunung.

Wilayah Majalengka semuanya adalah daerah subur dengan ketinggian yang beragam. Ada dataran tinggi di Kecamatan Maja dan bukit di Lemahsugih dan dataran rendah yang ada di Kota Majalengka sendiri hingga terbentang ke Kadipaten. Mata pencaharian di Majalengka kebanyakan petani dan PNS. Tingkat kemiskinan kalau dilihat secara kasat mata di lingkungan masyarakat langsung tidak terlalu buruk. Bahkan bisa dikatakan sejahtera.

Tingkat pendidikan di Majalengka masih rendah. Banyak tradisi di sejumlah desa tentang pendidikan yang belum bisa dipatahkan. Namun tingkat kecerdasannya bisa sejajar dengan Kabupaten lain di Jawa Barat. Dan tahukah kamu bahwa Majalengka juga memiliki julukan kota Pelajar. Yang berarti kota yang dipenuhi pelajar yang bermutu. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa Majalengka dijuluki seperti itu karena Majalengka sepi, sehingga cocok digunakan sebagai tempat belajar. Tak ada gangguan. Majalengka memiliki 1 sekolah berstandar Nasional dan 1 sekolah berstandar Internasional.

Kota ini sebenarnya punya potensi untuk maju. Namun masih belum ada penggerak yang mampu menggerakkan semua masyarakat Majalengka. Tapi tahap pertama untuk memulai pembangunan sudah mulai dirintis. Misalnya saja pembangunan Bandara Internasional di Kertajati, program Majalengka sehat dan program Majalengka terdepan dalam Agrobisnis.

Semoga dengan semua kemajuan yang ada, Majalengka tak lagi sepi dan bisa berkembang dan sejajar, mempunyai kompetensi dan mampu berkompetisi dengan kabupaten lain di Jawa Barat dan Indonesia.

1 comment:

  1. Kumaha carana ambeh majalengka maju??geus lila urang ngan ukur cicing...ayeuna mah geus kuduna bangkit!!!!!!majalengka punya potensi...Wake up!!!!!:y

    ReplyDelete

ayo, komentari apa yang telah anda baca..! berkomentar berarti telah ikut melestarikan budaya ngeblog. jangan sia-siakan waktu anda dengan berdiam diri.. berkaryalah dan menginspirasi orang lain..!

Powered by Blogger.